Mar 14, 2014

The Never Ending Story (Acne & Oily Skin) / Part III

Oke, today kita fokus dulu di skin care. I'm really tireeeddd.... siccckkk... desperateee... I believe many of you ever had situation as me. Oke, jadi ceritanya sudah dua tahun ini I'm still struggling with acne and oily skin. Setelah curhat disini, ternyata saya gak lama-lama tidak menggunakan skincare sama sekali. Ada kejadian bodoh saat mertua perempuan sayah kekeuh untuk mengoleskan alkohol RDL diwajah saya karena yak diwajah mamer jerawat kempes saat dikompres RDL ini. Finally ya saya pasrah terima lah ini muka ditotol-totol RDL pake kapas. Walhasil besok paginya muka sayah meraahhh rah rah.. macam kepiting rebus. OMG mana 2 minggu lagi mau liburan, gak bisa poto-poto dooonnkk?? Haha.. lucu yee muka udah ancur yang dipikirin tetep poto. Yuk, cyyiinn...

So, berobatlah di Klinik dekat rumah tempat dokter Adriana, dokter kulit yang pernah menangani saya selama lima tahun itu. Eeehh, ternyata dokternya sudah gak praktek disitu lagi. Atas saran salah satu suster yang juga teman satu komplek disitu berobatlah dengan dokter kulit lainnya yang katanya recommended, entahlah gw lupa namanya sapah. Disitu saya dikasih krim warna putih susu, untuk pagi malam, sabun batangan dan obat minum merek GLOW. Agak sangsi soalnya sama ini dokter karena dokternya masih muda booww.. Oia beliau juga menyuruh saya berhenti pakai si Softmyo cleansing oil. But she did it, dalam waktu 3 hari wajah saya kembali seperti semula, bahkan setelah dua minggu I lovee my skin face.


 Look, setelah 2 minggu berobat sama ni dokter kulitnya putih bercahaya. Ini waktu liburan ke SG 2 tahun lalu.

Tapi yang gak kuat sama ini dokter ya tiap dua minggu duit gue abis hampir cetiaw donk! Then Suntik, pertama kalinya jerawat gue di suntik ya sama ini dokter dan jadi candu. Setiap dua minggu muka eike di peeling dan disuntik. Makin kesini muka makin gak bersih, teteeepp aja ada jerawatnya, so setelah sekitar 6 bulan berhentilah sama dokter ini daaannn... saya lupa dhey setelah ini saya pakai perawatan apa, hehe...

Yang pasti setelah itu jerawat terus gak ilang-ilang, padahal sudah pakai masker-maskeran herbal, rajin bersihin muka tapi ya teteup, huufff.. Finally mulai gugling-gugling produk apa yang cocok buat kulit desperate seperti sayah. Setelah galau dengan pilihan Kiehls, Clinique, ROC atau balik lagi ke dokter kullit, finally setelah gugling sanah sinih pilihan dijatuhkan ke ROC purif AC.

ROC yang pertama saya beli itu facial wash purif AC. Setelah satu minggu mencoba, kulit terasa bersiiihh dan enteng, after that diputuskan lah untuk membeli toner (ROC Perfecting Toner) dan moisturizernya (Blemish Correcting Emulsion). Total satu setengah bulan saya menggunakan rangkaian purif AC ini tapi hasilnya blehhh... muka gue makin meradang doooonnkkk! Jerawat merah segede-gede gaban dan kecil-kecil bernanah disana-sini. Oke, saya desperate. Karena malas balik lagi ke dokter di Klinik dekat rumah itu finally saya berniat balik lagi ke dokter Adriana, dokter yang paling luama megang kulit sayah. Eh ternyata itu dokter sudah gak praktek disitu lagi tapi sudah berubah menjadi Klinik Kecantikan Farina.

Finally ketemulah sama dokter Vera, setelah curhat ini ituh akhirnya diputuskanlah jerawat kecil-kecil di muka saya diambilin alias dipencetin dan itu sakiiiitt banget. Wajah cuma dibersihkan dengan cleanser tanpa diuap lalu mulai dhey penyiksaan berlangsung. Belum selesai sampai disitu, jerawat yang guede2 pun disuntik. Haa... disuntik lagi?? Yasudahlah, mau bagaimana lagi, pikir saya. Setelah itu seperti layaknya dokter kullit pada umumnya, saya dapet oleh-oleh krim pagi dan malam, sedangkan untuk facial wash tetap dengan ROC.


Setelah bolak balik ke Klinik ini setiap dua minggu sekali untuk kontrol dan facial, berangsur-angsur wajah saya bersih lagi, ya gak bersih-bersih amat sich. Bopeng-bopeng bekas facial tetep ada dan jerawat kecil-kecil dan gede yang kadang-kadang ngumpet. Satu lagi yang saya suka dari Klinik ini, harganya bersahabat, cyyiinn... gak pernah tuh habis hampir cetiaw disini. Lumayan lama berobat disini, sekitar 6 bulanan juga, tapi then again karena jarak yang lumayan jauh dan kalau pulang kerja doi juga sdh tutup finally berhentilah berobat disini. 

Sebenarnya gak berhenti-berhenti banget beli obat disini, hingga satu bulan yang lalu saya tetap menggunakan sunblocknya hingga akhirnya jerawat makin banyak dan saya sempat balik lagi ke salah satu dokter di Klinik itu lagi, bukan dokter Vera. Eehh, tapi dia bingung donk harus ngasih gue apaahh?? Yasud tetap dengan sunblock awal dari Dokter Vera.

Actually, segala kerumitan di wajah saya ini berangsur-angsur timbul lagi karena program hamil yang sedang saya jalani. Saya ingat akhir 2012 lalu saat periksa di salah satu Obygn Rumah Sakit Negeri di Jakarta Timur ditemukan kista di ovarium sebelah kiri dan dokter itu langsung memutuskan tindakan operasi Laparoscopy untuk saya. Namun karena tidak percaya finally saya mencari second opinion ke Rumah Sakit Permata, cibubur. Bertemulah dengan dokter Asdinery. Alhamdulilah tak ada kista ditemukan. Dokter Asdi bilang kalau sakit haid saya beberapa bulan ini hanya karena saya kegemukan sehingga saluran darah haid untuk keluar tersumbat dan tumpah ditempat yang tidak seharusnya. Hufff, well selama satu tahun saya married BB saya naik 10 kilo -___-". Dr. Asdi tidak memberikan obat atau vitamin apapun untuk saya, beliau hanya menyuruh saya diet lalu diberikan surat pengantar untuk beralih ke Dr. Gizi. Target turun 10kilo dalam 2bulan. Weeeww... 

Target meleset, dalam waktu 5 bulan barulah berat saya turun 10kilo dan ajaibnya sepanjang saya diet itu muka saya bersih sih sih sih. Rahasianya mungkin karena saya mengurangi 90% konsumsi makanan berminyak dan berlemak. Selama 5 bulan itu hidup saya hanya ditopang 6sdm nasi putih/hari, sayur hijau dan kukus-kukusan. No oil and no santan. Skincare yang saya pakai hanya ROC facial wash dan sunblock dari Dr. Vera.

Hingga akhirnya, terapi hormon dimulai 5 atau 6 bulan lalu. Dr. Suci, salah satu obygn di RS Permata memberikan obat penyubur tiap kali saya haid dan suntik hormon di hari 11 atau ke 12 haid dan yaakk jerawat mulai bermunculan, muka kusam, hikzz... Asthin force yang diminum pun hanya bertahan di dua bulan awal terapi, setelah itu kulit muka makin gak karuan. Oh ya, saya memutuskan pindah dari Dr. Asdineri ke Dr. Suci karena saya merasa lebih nyaman dengan Obygn wanita. Padahal, setelah dipikir-pikir sekarang.. kenapa gak balik ke Dr. Asdi aja ya? Kan survey membuktikan Obygn pria lebih ciamik daripada Obgyn wanita, hikzz...

Lalu, karena desperate dan putus asa diputuskanlan untuk membeli Clinique Anti Blemish karena review yang outstanding disana sini. Total sudah satu bulan saya menggunakan Clinique Anti Blemish, komplit satu set. Awalnya hanya beli Acne Spot treatment Gel-nya dan tetap menggunakan ROC facial wash serta sunblock Dr. Vera. Tapi setelah tiga hari pemakaian karena kagum dengan acne gel-nya Clinique yang sukses ngempes-ngempesin jerawat nanah di muka, finally saya gatel beli toner dan pelembabnya.



Setelah satu minggu pemakaian, kayaknya si Clinique gak cocok dengan ROC. Terbukti jerawat gue makin merah setiap abis cuci muka tapi kinclong lagi setelah di pakein toner dan pelembab. Finally gue berhenti ROC dan membeli masker dan facial foamnya.




Yang saya suka dari Facial Foam ini, kulit terasa ringan dan lembut setelah pemakaian. Juga masker lumpurnya yang bikin muka saya kinclong bebas minyak. 
 

Akhirnya saya nemu juga nih produk yang cocok buat saya, begitu pikir saya. Biarin dhey harga selangit yang penting ciamik dan no dokter kulit. Kenapa saya memutuskan berhenti total dari Dr. Kulit? Karena ya saya ingin hamil. Sudah satu tahun lebih saya menjalani program hamil tapi si dede gak muncuk-muncul, huhu... Untuk masalah dede, nanti ya saya bahas tersendiri. Pokoknya, demi punya dede dan wajah bebas dari jerawat saya benar-benar mengurangi penggunaan kimia untuk kulit juga makanan cepat saji untuk tubuh saya. Karena itulah saya getol cari produk yang dijual dipasar tanpa harus resep dokter, termasuk si Clinique inih.

Tapi ternyata saya salah, semakin kesini saya makin gak kuat dengan aroma alkohol saat toner anti blemish itu saya usapkan diwajah saya. Wajah makin memerah dan jerawat makin meradang. Begitu pula dengan masker lumpurnya, terakhir satu minggu lalu sehabis memakai masker itu, jerawat bukannya kempes tapi makin bernanah dan wajah memerah. Pokoknya jerawat meradang dimana-mana. Wajah saya merah dan panas seperti terbakar. Rasanya desperate sekali dan ingin balik saja ke Dr. Kulit. Tapi ya, lagi-lagi demi dede.. niat untuk ke Dr. Kulit pun dibatalkan.

Dan, kalian tau sekarang saya pakai apa untuk mengurangi merah dan jerawat radang di wajah saya?? Bukan skin care, bukan juga vitamin yang harus saya minum tapi minyak tawon donk, sodara-sodara...

  
Minyak tawon?? Iya, minyak tawon yang asli Makassar ya. Yang tutup putih bukan merah. Memang aromanya sangat tidak enak, wong minyak untuk pijet kok ya buat muka. Tapi, hawa hangat saat dioleskan pada wajah lebih nyaman daripada hawa panas dan sensasi terbakar saat menggunakan masker dan toner dari Clinique. Alhasil sekarang, wajah saya kembali normal. Kebetulan pertama kali saya menggunakan ini saat weekend, jadi dipuas-puasin lah itu make, siang malem, hayuuk... Tapi sudah 3 hari ini saya hanya pakai saat menjelang tidur karena harus masuk kantor. Masa iye, dikantor bukannya wangi parfum malah bau minyak pijet, hehehe...

Lalu, bagaimana wajah saya sekarang? Nah seperti foto dibawah ini :


Nah, ini dia salah satu penampakan bagian pipi saya juga jerawat-jerawat besar dan kecil yang ada di dagu. Sedih memang, tapi ini better daripada saat iritasi saat penggunaan si Toner dan masker Clinique. Lalu, sekarang saya memutuskan bagaimana?? Hmm... masih mikir sebenernya. Tapi sudah 6 hari ini perawatan yang saya terapkan adalah :
1. Cuci muka dengan air biasa saat bangun tidur atau mandi pagi dan tidak meng-apply apapun saat perjalanan ke kantor. FYI, saya menggunakan kendaraan motor dengan suami tercinta setiap ngantor. Jadi muka hanya ditutupi masker dan kaca helm.
2. Cuci muka dengan Anti Blemish facial foam Clinique lalu apply dengan Anti Blemish moisturizernya, bedak tabur lalu oleskan Acne Gel anti Blemish Clinique pada jerawat. Acne Gel ini memang terbukti ampuh mempercepat pengeringan jerawat juga mengurangi merah dan matang nanah pada jerawat.
3. Hanya cuci muka dengan air saat wudhu shalat Dzuhur dan Ashar juga Maghrib. Lalu kalau bisa ulangi mengoles acne gel setelah shalat Dzuhur atau Ashar.
4. Cuci muka dengan  Anti Blemish facial foam Clinique sesampainya dirumah, keringkan lalu oleskan Minyak Tawon pada seluruh wajah sembari tidur. 
Ya, I know.. aromanya gak banget. Bebehna juga sempet complain karena doi jadi gak bisa cium-cium pipi eike pas tidur, haha... Maap ya, Bebehna! Abiiisss, gimana lagi??

Tapi yasudahlah, untuk saat ini sepertinya akan terus menggunakan metode ini hingga jadwal ketemu Obgyn selanjutnya. Pengen banget minta saran untuk ngebenerin ini muka. Entah dengan ke Dr. Kulit yang katanya ada pilihan krim alami untuk Bumil atau mungkin bakal dikasih vitamin anti oksidan macam Asthin Force lagi? Dunno...

Yang pasti, Fighting Melllyyyy!!! Ayo, kamu bisaaaa... Sedesperate apapun, pasti ada solusinya kok, amiiinn... So, selamat berjuang juga teman-temaaannn....   
  

11 comments:

dysaktisakti said...

kita bernasib samaa.. aku dulu coba ROC sama clinique juga ga cocok, apalagi yg ROC purified AC langsung kebakar gitu deh kayaknya krn salicyl acid tinggi banget..

mungkin memang ada hubungannya dg hormon2an karena aku ada pcos & mb melly lagi program baby..

smoga ada jalan keluar buat yg kayak kita ini yaaa...

Mellys Preference said...

@Dysakti : Pcos itu apa, mba Dy?? Iyah.. aneh bgt sampe desperate pgn balik lagi ke dokter kulit, huhuhuhu... tapi skrng sedang mencoba yang alami sich. Selain minyak tawon aku pake jeruk lemon. Nanti kd kalo udah 2 mingguan aku update lagi perkembangan mukaku.

Helena Suryani said...

Mbak.. sekedar saran yah..
Cobaik deh SK II yang Facial Treatment Essence abis cuci muka.. mengandung 90% pitera yg baik bgt buat kulit
Mencerahkan n meremajakan
Mngkin pas penggunaan awal bakal purging (krn dia mendetox kulit mbak yg brtahun2 makan bahan kimia dr.kulit)
Tapi ini bagus bgt kok buat refining skin yg sudah rusak
Masa penyembuhannya tiap org beda2.. jd yg sabar ajah pake nya
Kalo udah berhenti purgingnya.. silahkan tambah toner & cleanser ny.. n selang 1 bln kedepannya bisa tambah pelembab atau serumnya yg cocok buat kulit mbak
Kabar gembiranya, sk ii aman buat bumil lho (ibu hamil) kecuali seri whitening ya...
Dateng ajah ke counternya buat di test magic ring.. ntr BA ny bakal saranin produk mana yg sesuai utk kondiai kulitnya

Helena Suryani said...

Enaknya sk ii juga bisa digunakan bersamaan dgn skin care merk lainyg berbahan alami (asal jgn lagi2 sm krim dokter)
**istilahnya mw detox racun

diah sepbrina said...

coba pakai minyak zaitun,,, aneh ai si berminyak tap kasi minyak zaitun hangat,,, yg d angetin d atas mangkok gt br d taroh d panci yg kena api jd manasin nya secar ga langsung... and for me its work!!! lalalalalala

Anonymous said...

wahhh,ini aku mau kasih review sedikit kak,aku umurnya masih muda bgt 18 th,cmn untuk masalah jerawat aku udah paham bgt,buolak balik ngabisin duit cmn buat muka dan ujung"nya tetep jerawatan,tp stelah pake khiels muka ku jadi lebih mending,mulus bgt sih engga tp better lah..saran ku jangan pake obat dokter karna ga baik buat kulit..terkadang mereka suka lebay/memaksa si kulit untuk pulih dgn dosis yg tinggi,hehe saran aja sih...

Mellys Preference said...

Hi All... Terimakasih sekali atas responnya di blog saya ini. Ngomongin muka ya, boo.. gak pernah ada abisnya emang. Eniwei.. untuk pake olive oil, SKII etc udh pernah make tapi gak cocok cyiin.. Kiehls blm pernah sich krn keburu pake CLinique. Dan alhamdulilah bgt cucok booo... skrng saya sudah melahirkan dan anak saya sudah 11 bln. Muka saya pun sudah cling cling, hihihi... Jadi memang kmrn itu efek hormon dan obat hormon karena promil dari Obgyn kali ya.
Skrng sudah jatuh hati sekali sama Clinique Anti blemish set & Repairwear laser focus. :)

doni said...

saya pake alkohol rdl malah menghitam parah diberi obat dokter kalo di pake seperti bedakan kalo ngga di pake astorojiiim

satrio nugroho said...
This comment has been removed by the author.
satrio nugroho said...
This comment has been removed by the author.
satrio nugroho said...
This comment has been removed by the author.