Feb 14, 2011

Dae Jan Geum, Korean Cuisine (Preference's Food & Resto)

Anyonghaseo... *dadah-dadah. Mumpung sekarang lagi booming Korea, gimana kalau kuliner kita kali ini icip-icip makanannya personilnya Super Junior oppa? Hehehe... Jujur, ini pertama kalinya buat sayah, rasanya agak deg-degan gemanaaa getoh. Tapi yah, sudah sejak lama saya ingin sekali mencoba kuliner negeri Ginseng itu, and finally kemarin kesampaian juga, thanks, God. *senyum puas.

Dae Jan Geum Korean Cuisine, letaknya ada di food court Mall Kelapa Gading 1 di daerah SOGO. Untuk suasana sich, biasa banget! Nggak ada Korea-koreanya karena memang tempatnya di Food Court. Tapi pas liat menu-menunya dan orang yang makan di kiri kanan saya ternyata ngomong dengan bahasa Korea, baru dhey terasa sensasinya, hehehe... *halah. Oh iya, pas tau nama tempat makan ini, langsung tiba-tiba inget sama sebuah film Korea The Jewel in the Palace yang tokoh utamanya bernama Jan Geum. Ada yang tau gak? *mulai ngawur.

Saat menu di tangan, makanan yang langsung saya pesen itu adalah makananan yang paling sering dimakan sama Han Ji Eun di film Full House,  Bi Bim Bab atau Dol Sot Bim Bab. Kalo boleh dibilang, Bim Bab ini nasi ramesnya orang Korea. Banyak terdapat diwarung-warung kecil disana. Seperti nasi Rames  di warteg kalo di Indonesia. Ini dia gambarnya, 



Bim Bab ini dihidangkan dalam pot panas terdiri dari nasi di dasarnya, lalu irisan lobak, wortel, bayam, tauge, bawang bombay, jamur, daging cincang dan telur setengah matang diatasnya. Aslinya sich harusnya cuma kuning telurnya aja diatasnya. Hmm, nggak ngerti dhey kenapa jadi kayak telor ceplok ginih.  Halah, protes aje nih si Neng Melly, hehehe...

Cara makan Bim Bab ini harus diaduk saat masih panas-panasnya. Aduk terus hingga semuanya merata. Mirip-mirip ngaduk nasi urap kalo menurut sayah, hehe... Setelah semuanya merata, seperti ini bentuknya,


Buat saya, rasa Bim Bab ini mirip-mirip sama Kamameshi dari Jepang. Sama-sama nasi panggang, sama-sama ada telur di atasnya, bedanya hanya campuran sayur, daging dan bumbu khas Korea yang saya nggak ngerti apa,  juga lemak yang begitu terasa hingga lengket dilidah sesudah memakannya. Untuk rasa, recommended. Nggak terlalu pedas, semua isi didalamnya terasa pas bercampur dengan nasi yang begitu lembut dan hangat. Hmm, enyaakk!

Oh iya, untuk camilan, saya pilih pangsit Korea yang namanya Gun Mandu. Gun Mandu ini berisi daging cincang dan irisan bawang bombay juga sayuran lain yang saya nggak ngerti itu apah, hehehe... Gun Mandu ini dimakan dengan saus khas Korea bercampur wijen yang kecutnya lebih parah dari kecap asin untuk Sushi khas Jepang. Nggak ngerti kenapa bisa kecut seperti itu rasanya. Gun Mandu ini juga bisa dimakan bersama Kimchi. Makanan pokok orang Korea yang katanya tanpa ini mereka nggak bisa makan, halah.. masa sich?? Ini dia gambarnya,


Kimchi, terdiri dari Lobak dan Sawi Putih yang diberi bumbu khas Korea, ragi, cuka dan didiamkan selama sehari hingga dua hari. Nah, bayangin dhey gimana tajemnya  rasa Kimchi itu. Gigitan pertama pasti langsung melek. Rasanya pedas, kecut, dingin, semuanya jadi satu di lidah. Sedikit aneh, tapi lumayan lah dimakan untuk penetral rasa aneh saus Gun Mandu itu.


Makanan lain yang juga dicoba yaitu Campong, mie khas Korea yang rasanya mirip dengan Ramen dari Jepang. Trust me, I've eaten kinda food like that tapi mie-nya pake Indomie, dan rasanya lebih mantab, hehehe. Ini dia gambarnya, 



Nah, lihat besar mie-nya. Mirip dengan Ramen kan! Jangan tertipu dengan warna kuah merah yang kelihatannya pedas banget itu karena tingkat pedasnya bisa kita set kok! Dari nggak pedas sama sekali sampe pedas sekali warna merahnya tetap seperti itu.


Totally for me, this kinda food is very exited. Debut perdana lho, hehehe... Dan satu hal lagi yang saya pelajari setelah memesan beberapa menu Korea itu adalah, berwarna-warni. Orang Korea senang dengan makanan yang berwarna-warni, bawa hoki katanya, halah! Tapi saya haramkan buat yang punya magh untuk sering-sering makan makanan Korea ini, kenapa? Karena efek kecut cuka pasti langsung terasa di lambung kita. Untuk rasa juga gak beda-beda jauh sama masakan-masakan Jepang, 11-12 lah. Tapi walau begitu, saya harus akui, Ocha tea Jepang lebih enak dari Ocha tea Korea. Mungkin karena ada campuran ketan bakarnya. Terasa ada rasa-rasa gosong di lidah. 


So, wanna try this kind of food?? Jal mokessemnida...

No comments: