Jan 14, 2011

Si Miskin dan Si Kaya... (Preference's Note)

ORANG MISKIN DI JAKARTA BEREBUT NASI SISA 
Jumat, 14 Januari 2011

Jakarta - Klikheadline.com


Terjadi lonjakan peningkatan jumlah orang miskin yang suka berebut makanan sisa pesta. Kebijakan pemerintah yang keliru, diperkirakan menjadi salah satu penyebabnya. Aktivis Gerakan 77-78 M Hatta Taliwang mengungkapkan, kini semakin banyak orang miskin di Jakarta yang berebut nasi dan makanan sisa pesta. Ironisnya, pemandangan tersebut sudah menjadi bagian dari kesehariannya dan timnya yang gemar melakukan observasi kemiskinan di sejumlah kota, terutama Jakarta.Jika dibandingkan sepuluh tahun lalu atau awal reformasi, dari hasilobservasi, menurut M Hatta jumlah orang miskin yang berebut makanan sisa pesta meningkat. Mereka tak hanya berebut nasi dan makanan sisa pesta di berbagai restoran dan gedung-gedung mewah lainnya, tapi kenyataan pahit ini kian kentara ketika banyak warga yang kini hanya bisa makan nasi jemuran.Kebijakan yang keliru dari para elite masa kini diperkirakan menjadi salah satu penyebabnya. Masih menurut M Hatta, fakta kemiskinan ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di berbagai pelosok di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. (AWS/ Klikheadline)


Miris ya pas baca berita diatas, ya ampun.. segitunya gak mampu beli makanan sampe nasi sisa pun jadi rebutan. Pantes aja kalo ada pembagian sembako gratis atau pembagian daging kurban pasti banyak yang cedera bahkan meninggal dunia, wong pasti buanyak sekali massanya.

Tapi, ngomong-ngomong sama jumlah penduduk miskin yang katanya semakin banyak, coba banyakan mana sama orang kaya di Jakarta?? Menurut saya kok banyakan orang kayanya ya! Buktinya, tol masih macet aja tuh! Hal itu kan membuktikan kalo orang Jakarta masih pada mampu beli bensin dan bayar parkir yang tarifnya sekarang semakin menggila. Juga lihat dhey mall dan tempat-tempat wisata pas weekend. Atapiloooohhh ramenya amit-amit.

Eh, tapi ngomongin macetnya Jakarta. Maap ya, bukannya saya tajir karena tetap menggunakan kendaraan pribadi (atau lebih tepatnya, nebeng! Wkwkwkwk...) tapi dikarenakan angkutan umum di Jakarta-nya belum nyaman sich. Apalagi kalo bawa Baby atau ibu-ibu hamil. Naik metro mini yang nggak ada speedometernya?? Atau mau naik angkot trus kecopetan?? Kesian nyokab gue tadi nelp kalo Hp-nya hilang di angkot, hadoooohh....

Eh, sebenernya gue cerita apa ya?? Yah, intinya wahai pemerintah gimana caranya Jakarta nggak macet trus masyarakat miskin berkurang gitu lho, pak, bu! Lha, ini gaji naik, tapi biaya hidup juga makin mahal. Trus kita kapan sejahteranya?? Buat masuk biaya pre-school aja sekarang sampe puluhan juta. Lha, gimana nanti anak gue bisa kuliah?? Halahhh, ngomongin anak?? Nikah aja belum! WKwkwkwk...

Yowis lha, Happy Friday everyone... *dadah-dadah.

No comments: