Dec 20, 2010

City Of Glass (Preference's to Read)

Category:Books
Genre: Science Fiction & Fantasy
Author:Cassandra Clare
Seri :            The Mortal Instruments

Kau akan melakukan apapun yang kau bisa demi orang yang kau cintai bukan? Itu pasti! Dan begitu pula dengan Clary. Demi menyelamatkan Jocelyn, ibunya, gadis ini rela pergi ke Kota Kaca. Kota leluhur para pemburu bayangan. Walaupun Jace melarangnya, tapi Clary mati-matian menembus pintu portal dan hampir mati karenanya.


Clary sadar bahwa tindakan gilanya ini berbahaya, tapi dirinya hanya ingin ibu tercintanya sadar. Clary ingin Jocelyn mengungkap semua kebenarannya. Mengapa dirinya tak pernah tahu kalau ada darah pemburu bayangan didalam dirinya. Atau mengapa dirinya tak tahu kalau Valentine adalah ayahnya. Dan yang paling terpenting adalah... mengapa harus Jace yang menjadi kakaknya. Pria yang paling dicintainya.

Saat Clary sadar ternyata Jace tidak menginginkan kehadirannya dan ada Aline disampingnya, Sebastian Verlac menyelinap dibagian diri Clary yang terbuang. Pria itu dengan sukarela membantu Clary menyingkap rahasia keluarganya. Dengan perangainya yang lembut dan perhatian, Sebastian mecoba menangkap perasaan Clary.

Sementara itu, Valentine mengancam kehidupan para Nephilim. Teror pertamanya dimulai dengan suluh sihir penangkal iblis yang melindungi Idris tiba-tiba mati. Iblis menyerang dan membuat kekacauan di Kota. Sementara itu, Simon terperangkap di penjara dan terancam hukuman mati karena tidak mau bersaksi untuk konsul, dan mengambinghitamkan keluarga Lightwood.

Dilain pihak, Jace semakin menggila karena mengira dirinya adalah monster ciptaan Valentine. Pria itu begitu yakin ada darah monster dan iblis didalam dirinya karena kekuatan berperang yang dirinya miliki juga perasaan cintanya pada Clary, adik semata wayangnya. Jace jelas-jelas tahu bahwa mencintai Clary adalah salah. Tapi, perasaan itu tetap ada. Perasaan ingin memiliki itu semakin dalam, dan kalau bukan ada darah iblis dalam dirinya, lalu apa??

Hati Clary sakit melihat Jace putus asa seperti itu. Apalagi tanpa dirinya tahu, Jace pergi seorang diri mengejar Valentine. Walaupun Jace seorang pejuang, Pemburu Bayangan. Namun Jace hanyalah seorang remaja. Jace belum pantas menanggung semua itu sendirian dan karena itu, Clary mengumpulkan semua keberaniannya.

Dengan memperlihatkan keahlian yang dimilikinya pada hampir seluruh Pemburu Bayangan yang ada di Idris, Clary meyakinkan mereka untuk bekerja sama dengan para Penghuni Dunia Bawah untuk menghancurkan Valentine. Tentu saja konsul menolak. Tentu saja banyak Pemburu Bayangan meremehkannya dan menganggap gadis itu hanyalah utusan Valentine. Tapi demi Jace, Clary harus berusaha. Perlahan namun pasti gadis itu melunakkan hati para Pemburu Bayangan demi Idris yang mereka cintai.

=================

"Tadi aku hendak pergi ke... suatu tempat, " kata Jace. "Tapi aku terus tertarik kembali kesini. Aku tidak bisa berhenti berjalan, tidak bisa berhenti berpikir. Tentang pertama kali aku melihatmu, dan bagaimana setelah itu aku tidak bisa melupakanmu. Aku ingin, tapi aku tidak bisa menghentikan diriku. Saat aku tahu kenyataan bahwa kau adalah adikku, seperti Tuhan meludahiku. Membuatku memilikimu namun tak dapat benar-benar mendapatkanmu. Aku monster, Clary! Karena itu Tuhan menghukumku seperti ini?"

"Kalau kau dihukum, " kata Clary, "berarti aku juga. Karena semua yang kau rasakan, aku juga merasakannya, tapi tidak ada darah iblis dalam diriku dan begitu pula dengan dirimu, Jace! Karena itu kita harus berhenti merasa seperti ini, karena itulah satu-satunya kesempatan kita untuk bersama. Lebih baik aku memilikimu didalam hidupku sebagai kakakku daripada tidak sama sekali--"

"Dan aku harus duduk saja sementara kau berkencan dengan laki-laki lain, jatuh cinta kepada orang lain, menikah...?" Suaranya menegang. "Dan sementara itu, aku akan mati sedikit demi sedikit setiap harinya, melihatmu."

Clary tersentak, gadis itu belum berpikir sejauh Jace, dan ketika Clary berusaha membayangkan melihat Jace jatuh cinta dengan orang lain, menikahi orang lain, Clary bahkan tidak bisa membayangkannya. "Please. Kalau kita tidak berkata apa-apa... kalau kita berpura-pura saja---"

"Tidak ada pura-pura," kata Jace dengan kejelasan mutlak. "Aku mencintaimu dan aku mencintaimu sampai aku mati, dan kalau ada kehidupan setelah itu, aku akan mencintaimu waktu itu. Dan malam ini, yang bisa aku pikirkan adalah aku ingin mrnghabiskannya bersamamu.

Napas Clary tertahan, berjuang untuk menjawab namun tidak ada yang keluar.

"Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku tahu itu salah... Ya Tuhan, ini salah dalam segala jenis... tapi aku hanya ingin berbaring bersamamu, sekali saja, hanya sekali dalam hidupku." Ada keputusasaan didalam suara Jace. "Malam ini saja. Dalam skema besar dunia, seberapa banyak satu malam artinya?"

===================

Whuaaaaaaaaaaaaaa, akhirnya kelar juga sayah baca novel ketiga dari seri The Mortal Instruments ini. It's so Greeeeaaaaaaattt. Keren banget! I can't stop to read and Jace make me Insane! Oh My God!!!!. *lebaaayyy.

I'm sorry Edward... I'm sorry Nico... And so sorry Min Ho... Also for Bowo, million sorry... For now, my heart is only for Jace. The greatest Nephilim that i ever knew! *Jiaaaahh, kayak pernah kenalan ajah, wkwkwkwk....


You have to read all the Novel, galssss....

Denger-denger mau ada yang keempat. City of the Fallen Angel kalo nggak salah. Trus katanya mau dibuat filmNya juga. Mudah-mudahan bener dhey! Nggak sabar pengen ngeliat Jace beraksi, uhuuuyy...

No comments: